ONE DAY ONE ARTICLE DAY 2

Materi 1 oleh Bapak:

Pak Ainun Najib: Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri 

Era AI dan Perguruan Tinggi: Dua Hal yang Tak Tergantikan


UNIVERSITAS NADHATUL ULAMA SURABAYA (unusa).

Di era digital saat ini, AI seperti ChatGPT, Gemini, dan sejenisnya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bahkan anak-anak kecil pun sudah terbiasa menggunakannya. Kehadiran AI dianggap sebagai revolusi industri terbaru—dampaknya sebesar penemuan listrik di masa lalu.


Bagi mahasiswa, tantangan terbesar adalah bagaimana bisa memanfaatkan teknologi ini dengan bijak tanpa terjebak pada kemudahan instan yang justru merugikan.

Kai-Fu Lee dalam bukunya AI Superpower (2018) menyebut ada dua hal penting yang secanggih apa pun AI tidak akan bisa menggantikan manusia:

1. Kreativitas

AI hanya belajar dari data, ia bisa merangkum dan meniru, tetapi tidak bisa menciptakan sesuatu yang benar-benar baru.

Kreativitas, kecerdikan, dan kemampuan berpikir strategis tetap akan menjadi ranah manusia.

2. Rasa Kemanusiaan (Compassion & Empathy)

AI bisa meniru bahasa manusia seolah-olah memahami, tapi ia tidak sungguh-sungguh merasakan.

Hanya manusia yang bisa menghadirkan empati autentik dalam interaksi.

Dengan memahami dua hal ini, mahasiswa di era AI perlu membekali diri untuk tetap unggul. AI adalah alat bantu, tetapi kreativitas dan kemanusiaanlah yang akan menjadi pegangan utama untuk bertahan dan berkembang di masa depan.


Materi 5 oleh bapak:

Generasi Muda Berintegritas Antikorupsi

Pemateri: Dr. Nurul Gufron, S.H., M.H. (Wakil Ketua KPK 2019–2024)

Pesan Pembuka

1. Syukur & Kesadaran

Menjadi mahasiswa UNUSA adalah rahmat besar dari Allah SWT.

Ilmu harus dicari bukan hanya untuk dunia, tetapi untuk mendekatkan diri kepada Allah.

2. Akar Korupsi

Korupsi lahir dari kecintaan berlebihan pada dunia dan sifat manusia yang tidak pernah puas.

Orientasi mencari ilmu yang salah (sekadar untuk materi) membuat orang mudah tergelincir pada korupsi.

Dampak & Sindrom Korupsi

1. Kerusakan Infrastruktur – Bangunan cepat rusak karena dana diselewengkan.

2. Hancurnya Keadilan Hukum – Pasal bisa diperjualbelikan, hukum jadi tumpul.

3. Menurunnya Kualitas SDM & Lingkungan – Perizinan lingkungan dilanggar demi keuntungan.

4. Rusaknya Pasar & Ekonomi – Harga dan kualitas barang/jasa tidak penting, yang penting ada “uang balik”.

5. Pelanggaran HAM – Hak dasar rakyat atas layanan publik tidak terpenuhi.

6. Munculnya Kejahatan Turunan – Seperti pencucian uang (money laundering).

Kesimpulan: Negara yang korup berubah dari seharusnya melayani rakyat menjadi menindas rakyat.

Jenis & Bentuk Korupsi (UU 31/1999 jo. UU 20/2001)

1. Melawan hukum yang merugikan negara

Contoh: manipulasi pengadaan barang/jasa.

2. Suap-menyuap

Suap = uang diberikan untuk melegalkan perbuatan yang salah.

Contoh: izin lokasi pabrik yang seharusnya tidak boleh, tapi dipaksakan dengan imbalan uang.

3. Gratifikasi

Hadiah kepada pejabat sebelum ada kepentingan resmi.

Contoh: pejabat diberi fasilitas/uang walau belum ada urusan.

4. Pemerasan

Pejabat meminta imbalan dengan tekanan untuk mengeluarkan izin atau keputusan tertentu.

5. Perbuatan Curang

Tindakan manipulatif untuk keuntungan pribadi.

Contoh: memalsukan dokumen, mark up anggaran, rekayasa laporan.

6. Petty Corruption (Korupsi Kecil)

Contoh: bayar tilang di tempat, amplop uang dalam pemilu.

Walaupun kecil, efeknya merusak integritas sistem secara luas.

Pesan Kunci untuk Mahasiswa UNUSA

Mahasiswa harus menjadi generasi muda berintegritas.

Jangan ikut-ikutan dalam praktik korupsi kecil sekalipun.

Niatkan mencari ilmu untuk Allah SWT, karena itu akan menjaga hati dan integritas.

Generasi muda adalah benteng agar bangsa Indonesia bebas dari budaya korupsi.


Materi 6 oleh bapak:

KH Ma'ruf Khozin - Ketua Aswaja Center, PWNU 

Jawa Timur

Tema:

Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-

Nahdliyah


Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) secara inheren diposisikan sebagai penerus dan pewaris tradisi keilmuan serta keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, mengingat universitas ini didirikan dan berafiliasi langsung dengan Nahdlatul Ulama (NU)—organisasi Islam terbesar di Indonesia yang menjadi rujukan utama paham Aswaja An-Nahdliyah. Berikut penjelasan mendalam mengenai peran dan karakteristik mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah:


1.⁠ ⁠Landasan Ideologis: Apa Itu Aswaja An-Nahdliyah?

 Aswaja (Ahlusunnah wal Jama'ah): Merupakan paham keislaman yang mengikuti jejak generasi terbaik (salafus shalih) dalam beragama, berpegang pada Al-Qur'an, Hadis, Ijma Ulama, dan Qiyas.

 An-Nahdliyah: Merujuk pada corak ke-NU-an yang menekankan keseimbangan (tawazun), moderasi (tawassuth), toleransi (tasamuh), dan kemaslahatan (ishlah).

 Ciri Khas:

 Berada di tengah (bukan ekstrem kanan maupun kiri).

 Menghormati keberagaman mazhab (terutama Syafi'iyyah dalam fiqih, Asy'ariyyah/Maturidiyyah dalam akidah, dan Al-Ghazali dalam tasawuf).

 Mengutamakan dampak sosial dari pemahaman agama (fiqih sosial).

 2. Peran Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah

a. Penjaga Tradisi Keilmuan

 Mahasiswa UNUSA dididik untuk memahami dan mengamalkan khasanah keilmuan klasik NU (kitab kuning) dengan pendekatan kontekstual.

 Contoh: Studi kitab seperti Ta'limul Muta'allim, Fathul Qorib, atau Uqudulujain yang menjadi rujukan etika dan ibadah dalam tradisi NU.

 b. Agen Moderasi Beragama

 Sebagai kader NU, mahasiswa UNUSA diarahkan untuk menjadi pelopor toleransi dan perdamaian:

 Menolak radikalisme dan ekstremisme.

 Membangun dialog antaragama dan budaya.

 Menyebarluaskan Islam yang rahmatan lil 'alamin (kasih sayang untuk semesta).

 c. Pejuang Kemaslahatan Sosial

 Aswaja An-Nahdliyah mengutamakan amar ma'ruf nahi munkar melalui pendekatan yang bijak:

 Terlibat dalam pemberdayaan masyarakat (ekonomi, pendidikan, kesehatan).

 Mengadvokasi isu-isu kemanusiaan (lingkungan, kesetaraan gender, anti-korupsi).

 Contoh: Kegiatan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Islam di UNUSA yang fokus pada sosial kemasyarakatan.

 d. Inovator dalam Tradisi

Mahasiswa UNUSA didorong untuk mengadaptasi nilai-nilai Aswaja dalam konteks modern:

 Mengembangkan teknologi dan startup berbasis nilai Islam.

 Menyelesaikan masalah kontemporer (seperti hoaks, radikalisme online) dengan perspektif Aswaja.

 Mempopulerkan budaya lokal (seperti gamelan, wayang) sebagai bagian dari dakwah kebudayaan NU.

 3. Implementasi di Kampus UNUSA

Kurikulum: Mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama Islam, Ke-NU-an, dan Aswaja An-Nahdliyah yang mengajarkan landasan teologis dan praktis.

 Kegiatan Kemahasiswaan:

 Majelis Taklim: Kajian kitab klasik dan kontemporer.

 Lembaga Semi Otonom (LSO): Seperti PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) atau IPNU/IPPNU yang mengkader aktivis Aswaja.

 Festival Budaya NU: Mengangkat tradisi seperti shalawatan, hadrah, dan dzikir.

 Kolaborasi dengan NU: Mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan PBNU atau PWNU Jawa Timur, seperti Muktamar, Harlah NU, atau program sosial.

 4. Tantangan bagi Generasi Aswaja An-Nahdliyah

 Globalisasi dan Radikalisme: Menjaga identitas Aswaja di tengah arus pemikiran transnasional yang ekstrem.

 Disrupsi Digital: Menyebarkan narasi Aswaja yang moderat di ruang maya yang rentan hoaks.

 Relevansi Pemuda: Membuktikan bahwa Aswaja An-Nahdliyah adalah solusi bagi masalah modern, bukan sekadar warisan masa lalu.

 5. Kesimpulan: Mahasiswa UNUSA sebagai "Generasi Harapan"

Mahasiswa UNUSA bukan sekadar penuntut ilmu, melainkan kader peradaban yang dituntut untuk:

 Menginternalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kehidupan pribadi.

 Mengimplementasikan prinsip moderat, toleran, dan maslahah dalam bermasyarakat.

 Mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menjawab tantangan zaman.

 Dengan demikian, mereka menjadi jembatan antara warisan ulama Nusantara dan masa depan Indonesia yang berkeadilan, beradab, dan berkepribadian Islam. Seperti dikatakan KH. Hasyim Asy'ari: "NU itu tugasnya nguri-uri (melestarikan) yang shalih dan ngembangke (mengembangkan) yang aswaja." Mahasiswa UNusa adalah garda terdepan dalam misi ini.


Jangan lupa lihat blog punya teman saya :

https://c4ndrahad1.blogspot.com/2025/09/one-day-one-article-day-2.html


Dan jangan lupa ikuti sosial media kita :

- Facebook

https://www.facebook.com/unusaofficialfb

- Instagram

https://www.instagram.com/unusa_official/

- Youtube

https://www.youtube.com/@unusa_official

- Twitter ( X )

https://x.com/unusa_official?lang=en

- Tiktok

https://www.tiktok.com/@unusa_official


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Kebimbangan Menuju Keputusan: Perjalananku Memilih UNUSA Keperawatan

ONE DAY ONE ARTICEL DAY ONE

RESUME BERITA BANJIR PEMINAT PRODI S1 KEPERAWATAN UNUSA TAMBAH KELAS BARU